PEKANBARU-Setelah sempat melihat keindahan dunia di luar kandungan ibunya selama sepuluh hari, Ahmad yang mempunyai beberapa kelainan sejak lahir menghembuskan nafas terakhirnya, Senin (10/10) pagi di RSUD Arifin Ahmad Pekanbaru.
Ahmad yang lahir sejak, Jum’at (30/9) yang lalu, mempunyai beberapa kelainan bawaan sejak lahir. Mulai dari kakinya yang panjang sebelah, buah zakarnya belum turun hingga ususnya berada di luar rongga tubuh. Keanehan-keanehan sepertinya pesan penting yang hendak disampaikan oleh sang Khaliq, namun sebagai manusia biasa tidak mampu menerjemahkan pesan yang tersirat dari kelahiran putra pertama hasil pernikahan pasangan suami istri (pasutri) Kharisal (20) dengan Yanti (20) yang merupakan warga Desa Tani, Duri Bengkalis tersebut.
Ahmad hanya mampu bertahan lebih kurang sepuluh hari, ia menghembuskan nafasn terakhirnyaya setelah mendapat perawatan di RSUD Arifin Ahmad Pekanbaru selama seminggu. Menurut dokter yang menangani kasusnya ini, dr Tubagus, ketika dikonfirmasi, Senin (10/10), pihak RSUD Arifin Ahmad telah berupaya semaksimal mungkin untuk membantu Ahmad supaya ia bisa bertahan hidup.
Sejak pertama masuk RSUD kondisi Ahmad sudah mulai kurang baik, ia dalam kondisi hipodermik, kemudian RSUD memperbaiki dan menstabilkan Ahmad, setelah stabil pihak RSUD melakukan penutupan usus tersebut dengan plastik yang steril. Kemudian pihak RSUD juga memulai memasukkan usus Ahmad yang berada di luar rongga perut tersebut hingga 30 persen. Namun, hanya sampai di situ usaha dokter RSUD ini, Ahmad telah dahulu dipanggil untuk menghadap sang pencipta. Beberapa kelainan dan infeksi yang ditimbulkan diduga menjadi penyebab Ahmad tidak bisa bertahan hidup.
“Ahmad meninggal pada pukul 08.15, faktor utama yang mempengaruhinya karena infeksi dan gangguan pernafasan, serta beberapa elainan-kelainan yang dulu pernah saya beberkan ke media, saat preskon beberapa waktu lalu,” ujar dr Tubagus.
Pihak keluarga Ahmad terlihat sangat sedih dengan kepergian buah hatinya yang baru berusia 10 hari itu. Kharisal tidak bisa banyak memberikan komentar, ia hanya bisa pasrah kepada takdir. Menurutnya ini merupakan janji putranya, yang hanya ingin melihat dunia selama 10 hari. “Ini janjinya, hanya sebentar di sini,” kata Kharisal dengan wajah yang sangat sedih beberapa saat sebelum membawa anaknya pulang untuk disemayamkan.(mg5)



Posted in 


